Laman

Kamis, 06 Januari 2011

Lelahnya Belajar Membuat Blog

Terasa capeknya belajar bikin blog. Tapi kalau sudah bisa, hatiku bahagia. Mata lelah dan badanku pegal. Inilah yang dikatakan yang membuat nikmat dalam hidup adalah proses perjuangannya, bukan hasilnya. Bila kita bekerja dengan susah payah, kemudian mendapatkan sejumlah rupiah dan bisa kita belikan barang yang kita impikan, setelah barang itu kita miliki, kenikmatannya mungkin berlangsung beberapa saat saja. Yang akan selalu kuingat itu justru adalah prosesnya dari tidak tahu menjadi tahu dan tidak mengerti menjadi mengerti. Setelah mengerti, bisa mengamalkan ilmunya kepada yang lain dan memberikan kepuasan batin.

Rabu, 05 Januari 2011

Alif Kecil

Malam ini aku terbangun tepat jam 11 malam. Akhirnya, bisa tidur walau 1 jam. Biasanya, aku mengalami kesulitan untuk tidur beberapa malam ini. Sebelum terbangun, aku sempat menulis status seorang teman di fesbuk,  yang temanya mengenai stop eksploitasi anak jalanan. Kemudian, secara bersamaan, ada seorang teman lainnya yang menyapaku dan kita teringat seorang teman di kelas 1 SMA, namanya Alif. 


Saat kubuka layar laptopku, aku membuka beberapa situs MP3 dan video klip, tujuannya mencari beberapa lagu nasyid, agar menguatkan hatiku yang saat tidur  tadi dadaku terasa berdetak tak seperti biasanya. 


Spontan saja, aku teringat grup Snada. Zaman SMA dulu aku rajin mengoleksi kaset-kaset dari grup ini, karena aku suka syair dan irama nasyidnya. Di lembar pertama, kutemukan lagu Alief Kecil. Pas sekali dengan tema di atas, anak jalanan yang bernama Alief. :-)




Liriknya: Ketika malam datang mencekam, kulihat Alief Kecil yang malang. Duduk tengadah ke langit yang kelam, meratapi nasib diri. Kilat menyambar hujan pun turun, semakin basah hatinya yang resah. Kapankah semua ini kan berakhir? Di jalanan penuh duri. Ya Allah, tunjukkan jalan-Mu pada si Alif kecil. Agar ia dapat menahan cobaan dan rintangan yang datang menghadang. 

Kilat menyambar hujan pun turun, semakin basah hatinya yang resah. Kapankah semua ini kan berakhir? Di jalanan penuh duri. Ya Allah, tunjukkan jalan-Mu pada si Alif kecil. Agar ia dapat menahan cobaan dan rintangan yang datang menghadang. Ya Allah, kuatkan hati pada si Alif kecil. Agar terbebas dari tirani, menuju cahya Ilahi ... menuju cahya Ilahi.





Aku mendengar lagu ini beberapa kali dan badanku terasa gemetar dan hatiku tersentuh dengan lirik ini. Mengingat masa kuliah dulu, menjelang sore di Bulan Ramadhan aku ikut kegiatan sosial di kampus mengajak anak jalanan di sekitar stasiun kereta api agar mau mengikuti acara Ramadhan di Balaikota Bogor.



Ternyata, mengajak mereka untuk ikut kegiatan Islami dan menjanjikan makanan gratis adalah pekerjaan yang tidak mudah. Kulihat beberapa wajah diantara mereka begitu apatis, lurus tanpa respon. Mereka menghindari kami, dan kulihat mereka menggegam secarik kertas yang dilapisi lem dan menghirupnnya beberapa kali.

Aku tidak tahu untuk apa mereka melakukan seperti aktivitas seperti itu. Kebetulan ada seorang Bapak yang sering berada di lingkungan ini. Bapak tsb memberitahu kami, mereka menghindari kami karena mereka mengira kami adalah petugas Departemen Sosial. Mereka tidak mau ditangkap dan dibina di sana, mereka sudah terbiasa dan senang hidup bebad di jalanan mencari uang. 

Kita mengenal dan tahu situasi bila kita mau berinteraksi dan mengamati pola kehidupan mereka sehari-hari. Anak-anak tersebut mencari uang dengan latar belakang tujuan yang berbeda. Ada yang mencari  uang untuk membeli beras, untuk membantu ibunya yang sudah ditinggalkan bapaknya menikah dengan wanita lain. Ada juga yang sekedar mencari uang untuk jajan atau membeli sejumlah barang yang mereka butuhkan.

Pemandangan ini banyak kita temukan di negara miskin seperti kita. Teringat ucapan salah seorang teman berkewarganegaraan asing, dia bingung bagaimana masyarakat Indonesia dapat memenuhi  kebutuhan hidupnya dengan gaji yang jauh lebih kecil dibandingkan pendapatan terendah di negaranya? Sedangkan harga-harga barang di Indonesia nilainya tidak jau berbeda dengan harga di sana.

Ajaib memang, walau terbatas dan miskin, tetapi populasi penduduk kita termasuk ke dalam kelompok negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia. Baru saja kemarin aku mendengar dari salah satu stasiun tv swasta di Indonesia, berdasarkan hasil riset BPS tahun 2010, masyarakat miskin di Indonesia dengan penghasilan sekitar 2 juta per tahun sebesar 51%, 39% masyarakat menengah 39% dan kaya hanya sebesar 10%. Maaf, aku lupa jumlah pendapatan kelompok masyarakat menengah dan kaya per tahun.

Ya Allah, bukankah Rasulullah mengatakan bahwasanya kemiskinan itu mendekatkan diri kepada kemudhorotan? Sedangkan realita kondisi negara kami adalah seperti ini. Bagaimana caranya kami dapat mengubah keadaan ini? Dan berapa lama yang kami butuhkan agar kehidupan masyarakat dapat sejahtera. Kami sudah mendapatkan kemerdekaan sejak 65 tahun yang lalu. Tetapi kami belum merdeka dari kemiskinan. Ya Allah, tunjukkan jalan menuju cahya Ilahi ..... 





Sabtu, 01 Januari 2011

Pergantian Tahun 2011

Semua orang di rumah, tepat jam 12 malam sudah tertidur lelap, kecuali aku. Dan di pergantian tahun ini aku mengerjakan shalat Isya tepat jam 12 malam atau pukul 0 dini hari. Hal yang tidak disengaja, tapi ini terjadi begitu saja. Selepas Shalat Isya, kulihat acara di tv tidak ada yang membuatku tertarik untuk menontonnya. Sedangkan mataku belum terkatup mengantuk.


Tepat jam 1 pagi pula, suara petasan atau mercon itu mulai hilang, setelah selepas Maghrib tadi suasana di luar rumah diramaikan olehnya. ^_^ O iya, jadi teringat, saat shalat Maghrib tadi, dalam doa yang kupanjatkan kepada Allah membuat air mataku menetes. Ada sejumlah harapan yang kuminta pada-Nya, semua yang ada di dalam hatiku, aku sampaikan kepada-Nya. Hum ... isinya hanya antara Allah dan aku saja yang mengetahuinya, tapi inti dari doaku Maghrib tadi, aku minta apa pun yang terjadi pada diriku di Tahun 2011 nanti, akan lebih mendekatkan diriku pada-Nya. Aku minta sama Allah, agar Ia tidak pernah lari menjauh dari sisiku. :-)


Sigh, banyak cerita dan kejadian yang terjadi di Tahun 2010. Aku tidak ingin melupakannya, tapi bukan berarti dendam. Tetapi, semua hal yang menimpaku, akan kujadikan pelajaran dan semoga aku diselamatkan dari orang2 yang memiliki niat tak baik. Isi hati manusia, hanya Allah saja yang mengetahui. Manusia dapat berkata bohong dan berpura-pura bersikap manis, tetapi hati kecil atau nurani tidak  bisa dibohongi.


Aku  ingin segera menata kehidupan baruku dengan baik. Salah satunya penurunan berat badan, tadi berat badanku naik lagi sekitar 3 kg. Ya Allah, semoga aku dapat melewati semua masalah ini dengan baik, dan jangan stress lagi. Tadi pagi dengan semangat berangkat ke RS ATS dan saat treatment, aku mendengarkan lagu You'll be in My Heart nya Phil Collins. Dulu, pernah dengar lagu ini saat dinyanyikan Usher di Garut. Anyway, both of them are good. :-) Hum, selamat menikmati lagu ini. Dijamin deh kepingin dengerin berulang kali.




Fitri,
d S^mile^Y girl